Cipta Marketing : 0812-7000-053

Add "CT Compare" Widget via Appearance > Widgets > Compare.

Pengertian KPR

By in Articles with 0 Comments

KPR adalah singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah, yaitu produk perbankan untuk membiayai pembelian rumah dengan nilai pembiayaan sampai dengan 95% dari harga rumah.

Jadi KPR adalah fasilitas pinjaman yang diberikan Bank untuk membayar harga rumah yang kita beli. Jumlah yang akan diberikan adalah maksimal 95% dari harga objek menurut penilaian Bank atau jasa penilai (Apraisal) yang digunakan oleh Bank tersebut.

Pembiayaan 95% biasanya untuk perumahan (rumah baru) sedangkan untuk rumah secondary 80%. Beda lagi untuk pembelian Rumah pertama, Kedua dan Ketiga, sesuai kebijakan Bank dan ketentuan Bank Indonesia

Pengembang biasanya sudah bekerja sama dengan bank untuk mempermudah proses pengajuan KPR. Oleh sebab itu, salah satu pertimbangan saat membeli rumah adalah bank yang menyalurkan KPR.

Karena tidak 100% dibiayai oleh Bank maka pembeli harus menyiapkan dana selisih dari harga dan yang dicairkan sebagai uang Muka. Biasanya untuk perumahan baru Developer sudah menghitung itu semua, dan selama proses pembangunan juga telah memasarkan dengan memberi kemudahan membayar uang muka tersebut dengan dicicil.

Pengajuan KPR dilaksanakan apabila bangunan sudah siap huni dan uang muka telah dilunasi. Permohonan KPR diajukan dengan mengisi formulir pemesanan unit dari pengembang serta melunasi biaya pemesanan dan uang muka. Lengkapi formulir pengajuan kredit dan siapkan dokumen-dokumen penting yang diperlukan.

Syarat-syarat standar pengajuan KPR :
– Usia 21 – 50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR.
– Tidak bermasalah dengan BI Cheking.
– Copy KTP pemohon.
– Copy NPWP pemohon
– Copy Akta nikah atau cerai jika ada
– Copy Kartu keluarga.
– Copy Dokumen agunan (Sertifikat, IMB, PBB, PL)
– Slip gaji atau keterangan penghasilan
– Surat keterangan dari tempat bekerja.
– Print out Rekening tabungan 3 bulan terakhir.

Dokumen Tambahan untuk Wiraswasta atau Profesional:
– Laporan Keuangan Perusahaan
– Akta Perusahaan, Domisili Usaha, SIUP, Surat izin usaha lainnya
– Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Setelah melewati proses analisis risiko kredit dan survey penilaian properti, pengajuan KPR akan dilanjutkan dengan akad kredit. Apabila biaya dan kebutuhan administrasi berikut telah terpenuhi tahap selanjutnya adalah :

– Pelunasan BPHTB (Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan) sejumlah 5% dari harga jual properti setelah dikurangi 70jt.
–  Provisi kredit,
– Asuransi Jiwa, Fidusia, asuransi kebakaran dan asuransi unit properti lainnya.
– Biaya notaris untuk pengikatan kredit secara hukum.
– Dan lainnya yg ditetapkan oleh Bank yang bersangkutan.

Jika akad kredit sudah selesai, maka bank akan mengalirkan dana kredit yang umumnya ditransfer langsung ke rekening penjual atau pengembang. Proses ini umumnya memakan waktu lebih kurang 7 hari kerja.

Suku bunga kredit berkisar antara 7% – 15% dan sistem penghitungannya ada yang flate dan flexible sesuai dengan ketetapan Bank dan tetap mengacu pada kebijakan Bank Indonesia.

Apabila semua angsuran KPR telah dilunasi, bank akan mengeluarkan Surat Pelunasan Utang dan Menyerahkan Sertifikat Asli Kepemilikan Properti yang jadi agunan. (rbc)

Share This

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *